Sistem Operasi Linux Di Dalam USB Flashdisk

Linux Operating System menawarkan banyak kemudahan serta kelebihan dalam penggunaanya terutama untuk pengguna pemula atau orang yang baru mengenal Linux sekalipun. Salah satu diantaranya adalah dengan tersedianya pilihan LiveCD bagi orang yang akan menggunakan Linux.

Saya termasuk orang yang tertarik dengan Linux karena fitur tersebut. Apa itu Linux LiveCD bisa di lihat dari pengertian yang di berikan oleh situs Wikipedia sebagai berikut :

Live CD adalah sebuah CD yang bisa menjalankan (biasanya) distribusi Linux lengkap (tertentu) dari drive CD-ROM tanpa perlu menginstalnya ke hard disk terlebih dahulu. Pada awalnya, LiveCD digunakan untuk melakukan pengujian sistem operasi yang bersifat open-source seperti GNU/Linux, FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, ReactOS, dan BeOS. Selain digunakan untuk melakukan pengujian, dapat juga digunakan untuk melakukan troubleshooting terhadap sistem operasi yang bermasalah.


Seperti disebut di atas, seseorang yang bermaksud untuk mencoba dan mempelajari Linux OS bisa menggunakan pilihan tersebut. Distribusi ( distro ) Linux apalagi yang sudah banyak penggunanya semisal Ubuntu banyak memberikan pilihan download berupa LiveCD.
Distro Live CD ini tidak perlu diinstall di komputer. Cukup masukkan CD yang berisi distro tersebut di drive CD ROM kemudian restart komputer dan pilih booting awalnya dengan CD tersebut. Jadi kita tidak perlu khawatir dengan sistem operasi yang lain yang sudah terinstal di komputer kita karena LiveCD ini tidak akan menggangu sistem tersebut.

Bagaimana dengan komputer yang tidak memiliki CD/DVD drive? Jangan khawatir, karena sebuah USB Flashdisk bisa menggantikannya.
Ada banyak software yang bisa memindahkan Linux LiveCD ini ke dalam usb flashdisk, salah satu di antara yang sudah terkenal sebut saja 'Unetbootin'. Anda bisa cari penjelasan berikut tutorialnya di Search Engine.

Software lain dan ini yang akan di bahas di tulisan kali ini adalah " LinuxLive USB Creator " atau biasa di sebut LiLi. Tampilannya bisa di lihat pada gambar di bawah :

Cara penggunaanya pun sangat mudah, kalau kita lihat pada gambar di atas maka akan terlihat step-step nya seperti apa. Bagi yang tertarik bisa langsung download di situsnya pada alamat ini, tersedia baik versi installer mapun yang portable ( tanpa install ).

Sebagai contoh saya akan menjelaskan bagaimana membuat sebuah Linux Live USB dengan menggunakan aplikasi di atas. Adapun flashdisk yang saya pakai berukuran 4GB dan distro linux yang akan di pakai adalah distro Ubuntu 11.10, bisa di dapat pada alamat ini.
Rekan-rekan bisa mencoba untuk distribusi-distribusi Linux yang lainnya.

Setelah semua kebutuhan tersedia, langsung saja kita masuk pada STEP 1 CHOOSE YOUR KEY ( lihat pada gambar di atas ). Ini adalah langkah awal untuk memilih target usb flashdisk.
Setelah target di pilih lalu masuk ke STEP 2 CHOOSE A SOURCE, yaitu pemilihan sorce atau sumber dari distro Linux yang akan dimasukan ke dalam flashdisk. Pada gambar di atas bisa di lihat ada 3 pilihan source yaitu dari file image ( file ISO/IMG/ZIP ), dari CD atau Download langsung melalui aplikasi LiLi tersebut. Karena saya sudah memiliki file ISO nya maka dipilih option yang pertama, klik pada ISO/IMG/ZIP kemudian pilih file ISO yang dimaksud, dalam hal ini file ISO Ubuntu 11.10.
Nanti aplikasi LiLi ini akan melakukan proses pengecekan dan verifikasi pada file ISO yang di maksud. Setelah proses verifikasi selesai lalu akan ditampilkan hasilnya, seperti di tunjukkan pada gambar di bawah :


Kemudian kita masuk pada Step 3 PERSISTENCE.
Penjelasan dari mode Persistence di atas jika merujuk pada Wikipedia adalah sebagai berikut :
"Persistence – in computer science refers to the characteristic of data that outlives the execution of the program that created it. Without this capability, data only exists in RAM, and will be lost when the memory loses power, such as on computer shutdown."
Sederhananya adalah sebagai berikut, ketika kita memakai Linux Live USB maka segala perubahan yang terjadi pada sistem operasi tersebut semisal kita menambahkan atau menginstall aplikasi tertentu pada sistem tidak akan permanen atau dalam artian ketika kita matikan komputer kemudian kita booting lagi dengan LiveCD/USB tersebut maka perubahan-perubahan di atas tidak akan berbekas alias sistem kembali ke keadaan semula/default. Nah, Persistence Mode ini dimaksudkan untuk menjaga perubahan-perubahan tersebut agar bersifat permanen sehingga distro yang sudah terinstall ( ke dalam flashdisk ) bisa sesuai dengan harapan kita. Saya sendiri baru mencoba satu kali memakai Persistence Mode dengan aplikasi LiLi ini ketika mencoba pada distro Linux BackTrack 3, selebihnya saya melakukan dengan cara manual. Namun dengan segala keterbatasan saya, hal ini tidak akan saya jelaskan pada tulisan ini, bagi yang ingin mencoba bisa merujuk pada artikel ini yang menjelaskan USB Persistence Mode secara manual.
Untuk pengguna pemula sebaiknya step ini di lewat dulu, berikan size 0 MB pada kotak isian ( Live Mode Only ).
Lanjut ke Step 4 OPTIONS. Ada 3 pilihan check box yaitu 'Hide created files on key' untuk menyembunyikan file-file di dalam flashdisk yang dimasukkan oleh LiLi, yang kedua adalah pilihan untuk mem-format usb flashdisk, dan pilihan terakhir adalah agar distro Linux yang dimaksud bisa di running dalam sistem Windows ( membutuhkan koneksi internet karena akan men-download aplikasi pelengkap yaitu VirtualBox - Untuk penjelasan tentang apa itu VirtualBox bisa dibaca pada tulisan ini ).

Setelah menetapkan pilihan-pilihan di atas ( rekomendasi untuk pengguna pemula biarkan semua pilihan pada kondisi uncheck ) maka tinggal langkah terakhir ( STEP 5 CREATE ), klik pada gambar petir maka LiLi akan melakukan proses ekstrak dari file ISO ke dalam flashdisk yang diikuti dengan penginstalan Boot Sector sampai dengan selesai. Prosesnya berturut-turut bisa dilihat pada gambar di bawah :


Setelah proses diatas maka flashdisk kita sudah berisi sistem operasi Linux Ubuntu 11.10 USB Live Mode dan tinggal di coba dengan melakukan booting via flashdisk tadi. Selamat mencoba!

Jangan lupa untuk memberikan komentar ...

2 Responses to “Sistem Operasi Linux Di Dalam USB Flashdisk”

  1. Mumtazian says:

    enya da ek jerus di sedot :)

  2. ade reski says:

    makasih buat infonya

 
Guerilla v2.2 Template, converted by Ritesh Sanap